Selasa, 12 Agustus 2014

Penjahat Kemanusiaan Itu Bernama Kapitalis-Zionis Amerika




Amerika Serikat sengaja menciptakan ISIS sebagai robot dan mesin yang dapat mereka mainkan sebagai senjata politik sekaligus senjata dalam arti yang sebenarnya demi target politik mereka, termasuk dalam soal minyak.

ISIS Harus Dilawan Dengan Perang Total

Amerika Serikat menggelar Management Konflik di Irak (Measurd War, read). “ISIS masih diperlukan, sepanjang tidak menjadi bola liar”
10 Agustus 2014

Orang tidak harus menjadi Profesor Studi Perang West Point untuk mengetahui ISIS. Mereka keras dalam tujuannya, yakni pembentukan dan pertumbuhan sebuah kekhalifahan era baru. Mereka telah mengklaim pembentukan kekhalifahan dan mengumumkan pemimpin mereka: Abu Bakr al-Baghdadi.

Tujuan mereka sekarang adalah untuk tumbuh dengan menaklukkan wilayah baru, dengan tidak menunjukkan belas kasihan pada para penentangnya.

Hanyalah satu cara untuk mengalahkan ISIS, yaitu ”Perang Total”.

Perang total membutuhkan kehancuran menyeluruh atau penyerahan tanpa syarat atas musuh (Seperti Invasi AS ke Jepang pada PD II). Karena (seperti Dai Nippon), ISIS tidak akan menyerah, dan pola pikir mereka membuktikan itu, sehingga hanya kehancuran total yang tersisa sebagai pilihan.

Mengingat penyakit ini, mereka tidak bisa dikalahkan dengan cara sedikit demi sedikit. Pemboman sporadis dan kampanye militer pendek tidak akan mengalahkan mereka.

Kita harus membentuk koalisi. Jika kita tidak bisa melakukan itu, kita harus pergi sendiri. Kita harus masuk dengan 300.000 tentara dan dengan kekuatan besar dan membunuh mereka semua.

Namun Obama tidak mau melakukannya. Administrasi Obama justru mewacanakan "Solusi politik", dan Ini adalah puncak kebodohan (dari sudut pandang ini, dan bukan tujuan riil jangka panjang).


Hal ini dipertegas dengan rilis per 7 Agustus 2014, dimana Juru bicara Gedung Putih Sec. Josh Earnest menegaskan bahwa, tidak ada solusi militer untuk krisis di Irak sekarang. "Tidak ada solusi militer untuk masalah (yang sangat sulit) yang ada di Irak sekarang," kata Earnest. "Satu-satunya solusi yang ada adalah Solusi Politik Irak," tegasnya.


Lebih jauh, Agustus 7, 2014  "Sebagai panglima tertinggi,” Obama pada hari Kamis, tinimbang mengambil opsi Perang Total untuk melenyapkan ISIS, ia justru mengumumkan untuk hanya menggelar “Serangan udara terbatas”, yang sebagaimana dikritisi oleh banyak pihak sebagai “Mission Imposible” bila hal itu diharapkan untuk dapat mengalahkan ISIS.

Serangan terbatas tersebut, dengan pembatasan pada melindungi kepentingan AS di Erbil (wilayah Otoritas Kurdi) dan Baghdad (Pemerintahan pusat di Selatan Irak), “dengan bonus”, memecahkan pengepungan yang digelar ISIS pada komunitas Yazidi di Gunung Sinjar (atau dengan kata lain, bukan untuk melenyapkan ISIS).


Dari premis ini, AS melepaskan pemberontakan yang bergerak dari arah Utara pada Pemerintah Irak (dengan pihak Kurdi tidak ikut campur), dan ISIS sebagai ujung tombak konflik tiga dimensi dapat terus beroperasi hingga rekonsiliasi ‘barangkali’ dapat diusahakan oleh internal Irak sendiri, atau Irak pada akhirnya, sesuai peta Timur Tengah Baru, pecah menjadi tiga Negara (dengan kepentingan AS di Erbil maupun di Baghdad tetap aman). 


John McCain [Senator AS] jumpa pemberontak Suriah di perbatasan Turki May 2013. Tampak berbaju hitam Abu Bakar al-Baghdadi alias Simon Elliot [ Mossad ]. Merancang proyek Genosida di Suriah dan Irak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar