Sabtu, 06 Maret 2021

Sulaiman Djaya | Jadikan Rinduku Sebagai Pisau | Sutiasih

 
Jadikan Rinduku Sebagai Pisau 

Di malam tak berjendela
Di jalanan sepi pelarian yang kalah
Di dukacita mereka yang ditinggalkan
Di kegembiraan kanak-kanak
Di kesepian mereka yang putus-asa
Jadikan rinduku sebagai pisau
Yang membunuh amarah.

Aku cinta kau
Justru ketika hidup tak dapat diukur.
Pagiku tak berbantal
Mencari dan mencari
Apa saja yang jadi puisi.

Di bawah lampu-lampu taman
Dan trotoar basah
Selepas hujan
Aku adalah para serangga
Yang kedinginan.
Aku adalah bahasa
Berkelana di dalam pikiran.

Aku tak bisa membaca wahyu
Dari para pengkhutbah agama
Yang menjelma badut
Di mimbar-mimbar
Di layar-layar televisi.

Di lontaran mesiu-mesiu perang
Di ratapan para pengungsi
Di sudut-sudut tempat
Mereka yang diasingkan
Jadikan rinduku sebagai peluru
Untuk menggempur
Kesedihanku yang ragu.

Di rambutmu, di matamu,
Di hembusan nafasmu saat tidur
Maut tak pernah bergegas
Untuk mencuri waktu
Di dalam sajakku.

(2018) 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar