Senin, 16 Februari 2015

‘Irfan Syi’ah –Khotbah Ke-184 Imam Ali (Tentang Semut, Belalang, dan Penciptaan Semesta)




Segala puji bagi Allah. la sedemikian sehingga indera tak dapat melihat-Nya, tempat tak dapat menampung-Nya, mata tak dapat melihat-Nya, dan tirai tak dapat menutup-Nya. la membuktikan kekekalan-Nya dengan terjadinya ciptaan-Nya, dan dengan memulai ciptaan-Nya (la membuktikan) maujud-Nya, dan dengan (saling) keserupaan mereka la membuktikan bahwa tak ada sesuatu yang menyerupai-Nya. la benar dalam janji-Nya. la terlalu tinggi untuk berlaku lalim kepada makhluk-makhluk-Nya. la berdiri dengan keadilan di antara ciptaan-Nya dan melaksanakan keadilan atas mereka dalam hukum-hukum-Nya. la memberikan bukti-bukti melalui penciptaan atas keberadaan-Nya yang azali, melalui tanda-tanda ketidak-mampuan mereka atas kekuasaan-Nya, dan melalui ketidakberdayaan mereka terhadap maut atas kekekalan-Nya.

la Esa, tetapi bukan dengan hitungan. la kekal tanpa batas. la maujud tanpa topangan. Pikiran mengakui-Nya tanpa (kegiatan) indera. Hal-hal yang dapat dilihat menyaksikan-Nya tanpa berhadap-hadapan dengan-Nya. Imajinasi tak dapat meliput-Nya. la menyatakan Diri-Nya kepada imajinasi dengan pertolongan-Nya bagi imajinasi, dan menolak untuk diimajinasikan oleh imajinasi. la telah menjadikan imajinasi perantara (dalam hal ini). la tidak besar dalam pengertian bervolume besar dan dengan demikian maka badan-Nya juga besar. Tidak pula la besar dalam pengertian bahwa batas-batas-Nya harus membentang sampai ke ujung terjauh dan karena itu kerangka-Nya luas. Tetapi la besar dalam kedudukan dan besar dalam wewenang.

Saya bersaksi bahwa Muhammad (saw) adalah hamba-Nya, Nabi-Nya yang terpilih dan pengemban amanat-Nya yang bertanggung jawab. Allah mengutusnya dengan bukti-bukti yang tak tersangkal, keberhasilan yang terang dan jalan yang terbuka. Demikianlah beliau menyampaikan risalah yang menyatakan kebenaran dengannya. Beliau memimpin manusia di jalan besar (yang benar), menegakkan tanda-tanda petunjuk dan menara-menara cahaya, dan membuat tali Islam menjadi kuat dan simpul-simpulnya kukuh.

Sebagian dari Khotbah yang Sama Tentang Penciptaan Jenis-jenis Hewan

Sekiranya mereka merenungkan keagungan kekuasaan-Nya dan luas-nya nikmat-Nya, tentu mereka sudah kembali ke jalan yang benar dan takut akan hukuman neraka; tetapi hati berpenyakit dan mata tak murni. Tidakkah mereka melihat hal-hal kecil yang telah diciptakan-Nya, bagaimana la memperkuat jaringannya dan membuka bagi mereka pendengaran dan penglihatan dan membuat bagi mereka tulang dan kulit? Lihatlah semut dengan tubuhnya yang kecil dan bentuknya yang halus. la hampir tak terlihat di sudut mata, tak dapat pula ditangkap oleh imajinasi—betapa ia berjalan di bumi dan menggunakan rezekinya. la membawa gabah ke lobangnya dan menyimpannya di tempat kediamannya. la mengumpulkan selama musim panas untuk musim dinginnya, dan selama kuat untuk masa lemahnya. Rezekinya terjamin, dan diberi makan menurut pantasnya. Allah Yang Baik tidak melupakannya dan (Allah Yang Pemberi) tidak merenggut haknya, walaupun ia berada di batu kering atau karang yang kokoh.

Apabila engkau memikirkan tentang jalan pencernaannya di bagiannya yang tinggi dan rendah, selaput belulang pada perutnya, dan matanya dan telinganya di kepalanya, engkau akan takjub tentang penciptaannya dan engkau akan merasakan kesulitan dalam menggambarkannya. Mahatinggi Dia yang membuatnya berdiri pada kaki-kakinya dan menegakkannya pada tiang-tiangnya (anggotanya). Tak ada sekutu yang turut beserta-Nya dalam memulainya dan tak ada sesuatu yang berkuasa membantu-Nya dalam penciptaannya. Apabila engkau melangkah pada jalan imajinasimu, dan mencapai ujungnya, hal itu tak akan membawa engkau ke mana-mana kecuali bahwa Pencipta semut itu adalah sama dengan Pencipta kurma, karena segala sesuatu mempunyai (kehalusan) dan detail yang sama, dan setiap makhluk hidup mempunyai sedikit perbedaan.

Penciptaan Alam Semesta

Dalam ciptaan-Nya, yang besar, yang halus, yang berat, yang ringan, yang kuat, yang lemah, semuanya sama.[1] Demikian pula langit, udara, angin, dan air. Oleh karena itu engkau lihatlah matahari, bulan, tumbuhan, tanaman, air, batu, perbedaan malam ini dan siang, mengalirnya sungai-sungai, banyaknya gunung-gunung, tingginya puncak-puncaknya, perbedaan bahasa-bahasa dan aneka ragamnya lidah. Maka celakalah orang yang tidak mempercayai Pengatur dan menolak Penguasa. Mereka percaya bahwa mereka adalah seperti rumput yang untuk itu tak ada pemelihara dan tak ada yang membuat bentuknya yang aneka ragam. Mereka tidak bersandar pada sesuatu argumen atas apa yang mereka tegaskan, dan tak ada pula penelitian atas apa yang mereka dengar. Mungkinkah ada bangunan tanpa pembangun, atau pelanggaran tanpa ada yang melanggar?

Penciptaan Belalang yang Menakjubkan

Apabila engkau mau, engkau dapat mengatakan pula tentang belalang. Allah memberikan kepadanya dua mata yang merah, menerangi bagi mereka dua bulan—seperti bola mata—membuatkan untuknya telinga yang kecil, membukakan baginya mulut yang sesuai, dan memberikan kepadanya indera yang peka, memberikan kepadanya dua gigi untuk memotong dengannya dan dua kaki seperti arit untuk menggenggam. Para petani takut kepadanya karena mereka tak dapat mengusirnya walaupun mereka bergabung. Belalang menyerang lahan dan memuaskan hasratnya (laparnya) darinya walaupun badannya tak sebesar jari yang kecil.

Tentang Kemuliaan Allah

Mahasuci Allah yang di hadapan-Nya setiap yang di langit atau di bumi tunduk bersujud dengan sukarela atau terpaksa, menyerah kepada-Nya dengan menaruh pipi dan wajahnya (di debu), jatuh ke hadapan-Nya (dalam ketaatan) secara damai dan merendah, dan menyerahkan kepada-Nya kendali penuh dalam ketakutan dan kekhawatiran.

Burung-burung terikat oleh perintah-perintah-Nya. la mengetahui jumlah bulu mereka dan napas mereka. la telah membuat kaki mereka berdiri di air maupun di darat. la menetapkan rezeki mereka. la mengetahui jenis-jenisnya: ini gagak, ini elang, ini merpati, dan ini burung unta. la memanggil setiap burung dengan namanya (sementara menciptakannya) dan menyediakan rezekinya. la menciptakan awan-awan yang berat dan menghasilkan darinya hujan yang lebat dan menyebarkannya di berbagai (bagian) bumi. la membasahkan tanah setelah keringnya dan menumbuhkan tumbuhan darinya setelah gersangnya.

Catatan:

[1] Maksudnya adalah bahwa apabila hal yang paling kecil diuji, akan kedapatan bahwa ia mengandung apa-apa yang terdapat pada makhluk-makhluk yang besar, dan masing-masing akan menunjukkan refleksi yang sama dari alam, kemahiran mencipta dan pelaksanaan, dan rasio dari setiap kekuasaan dan kekuatan Allah akan sama, apakah itu sekecil semut atau sebesar pohon kurma. Bukanlah bahwa membuat sesuatu yang kecil itu mudah sedang membuat yang besar sulit bagi-Nya, karena perbedaan warna, ukuran kuantitas, hanyalah didasarkan pada titah kebijaksanaan-Nya dan keperluan, tetapi mengenai penciptaan itu sendiri tak ada perbedaan di antaranya. Oleh karena itu, keseragaman penciptaan merupakan suatu bukti akan keesaan dan ketunggalan Yang Maha Pencipta.
 
Sumber: Nahjul Balaghah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar