Oleh Alex Sumadinata Al-Bantani
“Pada 3 Oktober, Perdana
Menteri Israel, Ariel Sharon, membuat pernyataan berikut ini kepada seorang
Yahudi Ashkenazi, Simon Peres, sebagaimana dilaporkan di Radio Kol Yisrael:
Setiap kali kita melakukan sesuatu, anda akan berkata Amerika akan melakukan
ini dan itu. Saya ingin memberitahu anda sesuatu yang sangat jelas. Jangan
cemaskan tekanan Amerika terhadap Israel. Kita mengendalikan Amerika, dan
orang-orang Amerika tahu itu.”
1948: Pada musim semi
tahun ini Keluarga Rothschild menyogok Presiden Harry S. Truman (Presiden ke-33
Amerika Serikat, 1945-1953) untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat
dengan 2 juta Dollar yang mereka berikan padanya untuk rangkaian kampanyenya.
Pada tengah malam 14 Mei
1948, negara Israel secara resmi diproklamirkan di Tel Aviv, sebelas menit
kemudian Presiden Truman menyatakan Amerika Serikat sebagai negara asing
pertama yang mengakuinya.
1963: Pada 22 November,
Presiden John F. Kennedy dibunuh oleh Keluarga Rothschild. Mungkin di antara
alasan yang utama dibunuhnya Kennedy adalah fakta bahwa dia memastikan kepada
Perdana Menteri Israel, David Ben-Gurion, bahwa dalam keadaan apapun dia tidak
akan setuju Israel menjadi negara nuklir. Surat kabar Israel, Ha'aretz, pada
tanggal 5 February 1999 dalam sebuah ulasan tentang sebuah buku Avner Cohen
yang berjudul "Israel and the Bomb", menyatakan:
"Pembunuhan Presiden
Amerika John F. Kennedy mendadak mengakhiri tekanan besar yang diterapkan oleh
Pemerintah Amerika terhadap Pemerintah Israel untuk menghentikan program
nuklir. Buku ini menyiratkan bahwa kalau Kennedy tetap hidup, diragukan apakah
Israel dewasa ini bisa membuat nuklir".
1973: Pada 15 April,
Senator Demokrat dari Arkansas, J. William Fulbright, menyatakan hal berikut
ini di televisi CBS, sehubungan dengan kekuatan Zionis di Amerika:
"Senat Amerika
Serikat tunduk kepada Israel, Israel mengendalikan Senat. Ini sudah sangat
sering ditunjukkan, dan inilah yang membuat pemerintah kesulitan".
Pada tahun ini juga,
George J. Laurer, seorang pegawai IBM yang dikendalikan oleh Keluarga
Rothschild, menciptakan UPC (Universal Product Barcode) yang pada akhirnya akan
dipasang pada setiap barang yang diperdagangkan di seluruh dunia dan membawa
nomor 666 (Heksagram Merah Mayer Amschel Rothschild).
1993: Mantan penjabat
Konggres Paul Findley, menerbitkan bukunya yang berjudul "Deliberate
Deceptions: Facing the Fact About the U.S-Israeli Relationship (Muslihat yang
Disengaja: Menghadapi Fakta tentang Hubungan AS-Israel)". Di dalam buku
ini dia menulis daftar 65 Resolusi Anggota PBB yang menentang Israel dari
periode 1955 sampai 1992, dan Amerika Serikat memveto 30 Resolusi demi Israel.
Kalau AS tidak membuat veto, ada 95 Resolusi yang menentang Israel. Namun, 65
Resolusi yang menentang Isarel tersebut, berjumlah lebih banyak dari semua
Resolusi yang diluluskan untuk menentang negara-negara lain jika digabungkan
sekaligus.
Israel tidak peduli dengan
pandangan PBB, jika anda mau mempertimbangkan bukti yang pernah ada, bahwa
kurang dari 2 minggu setelah serangan Israel terhadap USS Liberty (serangan
yang dirancang untuk mengkambinghitamkan Mesir, sehingga AS terdorong untuk
berperang melawan Mesir), Menteri Luar Negeri Israel, Abba Eban, membuat
pernyataan tentang PBB, sebagaimana yang dilaporkan The New York Times pada 19
Juni 1967:
"Kalau pun General
Assembly (Majelis Umum) memungut suara sampai 121 suara berbanding 1 mendukung
Israel kembali ke garis gencatan senjata (perbatasan pra-Juni 1967), Israel
akan menolak tunduk terhadap keputusan tersebut".
"Mereka adalah
peminjam uang dan kontraktor utang besar di dunia. Konsekuensinya adalah
negara-negara di dunia mengerang diinjak sistem-sistem pajak dan utang negara
yang besar. Mereka adalah musuh terbesar bagi kebebasan". (Lord
Harrington)
1995: Pada 21 Oktober,
mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky, yang menerbitkan 2 buku yang memaparkan
kegiatan-kegiatan Mossad, muncul di acara pagi televisi Kanada, Canada AM,
bersama jurnalis Israel bernama Yosef Lapid, mantan Kepala Televisi Israel, via
hubungan satelit. Yosef Lapid memanggil Mossad untuk mencari Ostrovsky di
Kanada untuk membunuhnya, karena telah menulis 2 buku yang membocorkan kegiatan
mereka ini. Karena Mossad Israel tidak bisa membunuh Ostrovsky di Kanada tanpa
menyebabkan insiden diplomatis. Yosef Lapid mengatakan secara langsung di acara
itu, bahwa:
"Saya harap ada
seorang Yahudi yang baik di Kanada yang mau melakukan tugas itu untuk
kita".
Ostrovsky memutuskan untuk
menuntut Yosef Lapid di Pengadilan Kanada karena menghasut publik untuk
membunuhnya. Namun, Ostrovsky tidak bisa menemukan pengacara satu pun di Kanada
yang mau mengambil kasus itu.
1996: Pada 12 Mei, Duta
Besar PBB sekaligus seorang Yahudi Ashkenazi, Madeleine Albright, ketika muncul
di program 60 minutes, ditanya oleh Koresponden Lesley Stahl, sehubungan dengan
tahun-tahun Amerika Serikat memimpin sanksi ekonomi terhadap Irak:
"Kami telah mendengar
bahwa setengah juta anak meninggal. Maksudku, itu lebih banyak dari anak yang
meninggal di Hiroshima. Lalu, anda tahu, bahwa harga itu sepadan?"
Jawaban Duta Besar
Madeleine Albright adalah:
"Menurut saya itu
pilihan yang sangat sulit, tapi harga itu sepadan".
Komentarnya tersebut tidak
menimbulkan protes dari publik. Sesungguhnya, Holocaust setengah juta Irak
secara positif dikagumi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Karena kurang dari 8
bulan kemudian, Presiden Bill Clinton menunjuk Madeleine Albright sebagai
Menteri Luar Negeri.
Pada siaran Larry King
Live pada bulan April 1996, aktor Marlon Brando membuat pernyataan:
"Hollywood dipimpin
oleh orang-orang Zionis. Hollywood dimiliki oleh orang-orang Zionis, dan mereka
harus punya sensitivitas tentang persoalan yang diderita oleh orang lain,
akibat apa yang telah mereka eksploitasi kepada orang-orang itu".
Akibat pernyataan ini, lembaga
Zionis Jewish Defense League (Liga Pertahanan Yahudi) langsung meminta agar
Marlon Brando dibuang dari Hollywood Walk of Fame. Tapi, karena takut diprotes
publik, Hollywood Chamber of Commerce (Majelis Perdagangan Hollywood) menolak
melakukannya.
Pada tahun yang sama,
beberapa kejadian penting juga mewarnai kehidupan Amerika, di antaranya:
Washington Post melaporkan
bahwa intelijen Amerika Serikat telah menyadap sebuah percakapan. Di dalam
percakapan tersebut, dua Pejabat Israel membahas kemungkinan mendapatkan surat
rahasia yang telah ditulis oleh Sekretaris Bendahara Luar Negeri waktu itu,
Warren Christopher, kepada Pemimpin Palestina, Yasser Arafat.
Duta Besar Amerika Serikat
untuk Israel, Martin Indyk, mengeluh secara pribadi kepada Pemerintah Israel
tentang pengawasan tidak bijaksana yang dilakukan oleh Badan Intelijen Israel.
Agen-agen Israel memasang
penyadap pada telepon seorang Yahudi Ashkenazi sekaligus anak seorang Rabi,
Monica Lewinsky, di Watergate dan mereka menyadap sesi seks telepon antara
wanita itu dan Presiden Bill Clinton. Laporan Ken Starr menegaskan bahwa
Clinton memperingatkan Lewinsky bahwa percakapan mereka direkam, dan kemudian
Clinton mengakhiri perselingkuhan tersebut.
Di Los Angeles, sebuah
penyelidikan narkoba besar tingkat lokal, telah membuat daerah dan negara
menjadi bermasalah. Tersangka dalam penyelidikan ini adalah jaringan kejahatan
Israel yang beroperasi di New York, Miami, Las Vegas, Kanada, Israel dan Mesir.
Jaringan kejahatan Israel ini terlibat dalam pengedaran narkoba dan ekstasi,
begitu juga penipuan kartu kredit dan komputer yang rumit terhadap golongan
pekerja kantoran. Yang mengagetkan para opsir penyelidikan, orang-orang Israel
yang diselediki ternyata mengawasi pager/beeper, ponsel bahkan telepon rumah
para penyelidik. Para penyelidik kemudian mencari tahu dari mana informasi ini
mungkin berasal. Mereka segera mengetahui bahwa ini bersangkutan dengan Firma
Israel AMDOCS yang hampir memonopoli jasa rekening telepon di Amerika Serikat.
Dan ketika mereka memeriksa hasil telepon mereka sendiri tentang bagaimana mereka
disadap, mereka menemukan bahwa kontraktor utama mereka adalah Converse Infoys,
Firma Israel lainnya yang bekerja dekat dengan Pemerintah Israel.
1998: Pada 31 Oktober,
berdasarkan instruksi dari kelompok PNAC (Project for a New American Century –
Proyek untuk Abad Amerika Baru), Presiden Bill Clinton menandatangani Hukum H.
R. 4655, yaitu "Iraq Liberation Act (Undang-Undang Pembebesan Irak)"
yang mendukung usulan perubahan rezim di Irak.
Bagaimana pun, sejarah
memberi tahu kita kelompok PNAC sebenarnya tidak kreatif. Memang, pada Februari
1990, seorang Sayan Mossad di New York menjejalkan suatu cerita palsu ke ABC
Television bahwa Saddam Husein punya pabrik uranium di Irak untuk menarik
perhatian atas "Senjata Pemusnah Masal" Saddam Husein, satu tahun
sebelum perang Amerika di Irak.
2000: Pada bulan April,
Jacob "Cookie" Orgad, sebagai mantan agen Mossad ditangkap karena
menjalankan salah satu operasi penyelundupan ekstasi terbesar dalam sejarah
Amerika. Operasi ini mengantarkan ratusan juta Dollar dalam bentuk narkoba
illegal yang diproduksi di Belanda, ke kota-kota di seluruh Amerika Serikat.
Di Argentina, IMF
mengharuskan negara ini mengurangi defisit anggaran pemerintah dari 5,3 miliar
Dollar pada saat itu menjadi 4,2 miliar Dollar pada tahun berikutnya, 2001,
yang menyebabkan pengangguran di Argentina sebesar 20 % penduduk usia kerja.
Lalu mereka menambah tuntutannya menjadi defisit harus dihapuskan. IMF menawari
Argentina beberapa gagasan untuk mencapai ini, dengan mengurangi program
ketenagakerjaan darurat pemerintah dari 200 Dollar perbulan menjadi 160 Dollar
sebulan.
Mereka juga meminta
pemotongan gaji 12 % – 15 % bagi pegawai negeri dan pemotongan pensiun bagi
orang tua sebanyak 13 %. Keduanya berdampak bagi banyak orang. Pada Desember
2001, orang-orang Argentina kelas menengah (secara harfiah) muak berburu di
jalanan mencari sampah untuk dimakan. Mereka mulai rusuh dan membakar Buenos
Aires.
2001: Puncak tragedi di
Amerika terjadi pada 11 September, yaitu serangan terhadap WTC (World Trade
Center) dan Pentagon yang disusun dengan hati-hati oleh Israel dengan
keterlibatan Inggris dan Amerika, dibawah perintah Keluarga Rothschild.
Kejadian ini mereka lakukan untuk mengkambinghitamkan Muslim sebagai
"Teroris". Ini adalah babak pertama untuk memicu Dunia Barat agar
berperang dengan Dunia Arab, demi Isrrael. Dan perang melawan teroris di
negara-negara Muslim pun dimulai.
Mereka menggunakan
serangan-serangan ini untuk mendapatkan kendali atas beberapa negara di dunia
yang tidak mengizinkan bank-bank sentral Rothschild. Dengan demikian, kurang
dari sebulan setelah kejadian ini, Amerika Serikat menyerang Afghanistan, satu
dari hanya tujuh negara pada saat itu di dunia yang tidak memiliki bank sentral
yang dikendalikan oleh Rothschild. Negara ini didominasi penduduk Muslim yang
menolak ikut serta dalam sistem simpan-pinjam uang, sesuatu yang telah membuat
orang-orang Israel gusar selama ratusan tahun.
Kurang dari seminggu
setelah serangan 11 September, tepatnya pada 5 September 2001, orang yang
katanya Ketua Pembajak, Mohamed Atta, dan beberapa pembajak lainnya melakukan
kunjungan ke salah satu perahu kasino seorang pelobi pro-Israel, seorang Yahudi
Ashkenazi bernama Jack Abramoff. Tidak ada penyelidikan dilakukan tentang apa
yang mereka lakukan di sana. Menariknya, 7 orang dari 19 orang (yang katanya)
pembajak yang disalahkan melakukan serangan pada 11 September, ternyata masih
hidup. Beberapa orang malahan muncul di Kedutaan Besar Amerika Serikat di
negara-negara Arab.
Pada serangan 11 September
juga, terdapat 5 orang Israel yang menyamar dalam pakaian Arab ditangkap karena
menari dan bersorak sambil merekam menara WTC yang runtuh. Disewa oleh Urban
Moving System (Sistem Perpindahan Kota), sebuah daerah Mossad Israel,
orang-orang Israel ini tertangkap punya banyak paspor, satu van teruji positif
mengandung peledak dan banyak uang tunai. Akibat penangkapan ini, Walikota
Yerussalem (yang akan menjadi Perdana Menteri Israel), Ehud Olmert, secara
pribadi menelepon Walikota New York City, Rudi Giuliani, menyatakan bahwa
orang-orang ini tidak ada hubungannya dengan serangan teroris, dan hanya sedang
sedikit bersenang-senang.
Dua dari lima orang Israel
ini belakangan terungkap ternyata Mossad, bertentangan dengan klaim Olmert,
ketiga orang lainnya dengan kuat dicurigai Mossad juga. Begitu laporan-laporan
saksi melacak kegiatan orang-orang Israel itu, terungkap bahwa mereka terlihat
di Taman Liberty pada saat tubrukan pertama. Laporan ini menduga bahwa mereka
sudah tahu apa yang akan terjadi.
Orang-orang Israel itu
diinterogasi oleh FBI, lalu diam-diam dikirim kembali ke Israel. Para petugas
yang menangkap mereka dari Departemen Kepolisian New Jersey diperintahkan agar
tidak membahas penangkapan mereka.
Kelima orang Israel yang
menari dan menyoraki runtuhnya WTC, belakangan muncul di radio dan televisi
Israel. Di sana mereka menyatakan bahwa mereka berada di New York City pada 11
September untuk "mendokumentasikan peristiwa tersebut" karena Amerika
belum pernah mengalami serangan seperti itu di daratannya.
Dua jam sebelum serangan
11 September, Odigo, sebuah perusahaan Israel dengan kantor-kantornya yang
bertempat hanya beberapa blok dari menara WTC, menerima sebuah peringatan
pendahuluan akan serangan tersebut lewat pesan instan internet. Manajer New
York Office memberikan FBI alamat IP pengirim pesan tersebut, tapi FBI tidak
menindaklanjutinya.
Sekitar 200 orang Israel
yang berkaitan dengan perusahaan-perusahaan pemindahan Israel, yang dicurigai
merupakan garis depan intelijen Israel, yang sangat aktif di WTC beberapa bulan
sebelum serangan, lalu ditangkap karena dicurigai terlibat ketika sisa ban
ditemukan di beberapa van pembuangan yang mereka gunakan. Namun, di bawah
perintah langsung Pejabat Departemen Peradilan Amerika Serikat, Michael
Chertoff, mereka dideportasi ke Israel akibat "Pelanggaran Visa".
Chertoff adalah seorang warga negara ganda AS/Israel yang ayahnya seorang Rabi
dan ibunya adalah salah satu pekerja pertama Mossad, lalu kemudian dia
memerintahkan penangkapan sekitar 900 Muslim yang tidak berkaitan dengan kejadian
WTC.
Pada 12 September, The
Yerussalem Post diam-diam memperingatkan kemungkinan teurngkapnya Israel
sebagai pelaku serangan 11 September. Surat kabat tersebut menampilkan sebuah
cerita bahwa 2 orang Israel meninggal pada saat pesawat terbang dibajak, dan
4.000 orang menghilang di WTC. Seminggu kemudian, sebuah stasiun televisi
Beirut melaporkan bahwa 4.000 pegawai WTC yang merupakan orang Israel tidak
hadir pada hari serangan itu. Ini tampaknya menegaskan cerita di the Yerussalem
Post.
Setelah serangan WTC,
surat-surat tanpa nama yang berisi virus antraks dikirim ke berbagai politisi
dan eksekutif media. Akibat terjangkit virus antraks dalam surat-surat ini, 5
orang meninggal dunia. Seperti serangan 11 September, serangan ini langsung
disalahkan kepada Al-Qaeda, sampai diketahui bahwa virus antraks yang dijadikan
senjata tersebut, dibuat oleh laboratorium militer Amerika Serikat.
FBI kemudian mengetahui
bahwa tersangka utama surat-surat antraks ini adalah orang Yahudi Ashkenazi,
Dr. Philip Zack, yang pernah dicerca beberapa kali oleh para pegawainya akibat
kata-katanya yang ofensif tentang orang-orang Arab. Dr. Philip Zack tertangkap
kamera sedang memasuki daerah penyimpanan tempat dia bekerja di Fort Detrick.
Di sanalah antraks disimpan. Pada titik ini, baik FBI mau pun media berhenti
membuat pernyataan publik apa pun mengenai kasus ini.
Seminggu sebelum serangan
WTC, Zim Shipping Company (Perusahaan Pengapalan Zim) memindahkan
kantor-kantornya di WTC, melapaskan kontrak sewanya yang memakan biaya 50.000
Dollar bagi perusahaan tersebut. Tidak ada alasan yang pernah diberikan
mengenai hal ini, dan Zim Shipping Company, setengahnya dimiliki oleh negara
Israel.
Akibat serangan 11
September disalahkan kepada Osama bin Laden, Amerika Serikat menginvansi
Afghanistan dan menumbangkan para penguasa Taliban di sana. Tentu saja alasan
sebenarnya terjadi invansi itu menjadi terang. Karena alasan sesungguhnya
adalah pemimpin Taliban, Mullah Omar, telah melarang produksi opium pada Juli
2000. Dengan demikian, panen opium pada tahun itu hancur.
Dalam sejarah, bisnis
opium merupakan bisnis illegal yang digerakkan oleh Keluarga Rothschild seperti
yang terjadi di China pada tahun 1839. Ketika Kaisar Manchu di China
memerintahkan penghancuran opium. Lalu Keluarga Rothschild memerintahkan tentara
Inggris untuk pergi ke sana untuk memerangi China demi melindungi bisnis
narkobanya yang sedang berjalan.
Itulah tepatnya apa yang
sedang terjadi. Afghanistan adalah sumber 75 % heroin dunia. Akibat Mullah Omar
menghancurkan laba 2001, maka terjadilah invansi pada Oktober 2001. Segera
sesudahnya, media melaporkan panen besar opium pada Maret 2002.
Pada 3 Oktober, Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon,
membuat pernyataan berikut ini kepada seorang Yahudi Ashkenazi, Simon Peres,
sebagaimana dilaporkan di Radio Kol Yisrael: Setiap kali kita melakukan
sesuatu, anda akan berkata Amerika akan melakukan ini dan itu. Saya ingin
memberitahu anda sesuatu yang sangat jelas. Jangan cemaskan tekanan Amerika
terhadap Israel. Kita mengendalikan Amerika, dan orang-orang Amerika tahu itu.